Friday, December 28, 2018

Mengenal Risk Assessment Process dalam Pembelajaran STEM


Image: www.anadolukulis.com
Resiko - Tentu kita pernah melihat atau bahkan sampai mengamati dan geleng-geleng kepala saat melihat tukang bangunan, tukang listrik, tukang tebang pohon kita yang sedang beraksi diketinggian. Seakan orang kita benar-benar hebatnya sampai-sampai bisa dikata tidak memperhatikan keselamatan sama sekali. Namu beda halnya saat melihat pekerja diluar negeri yang begitu tertibnya mematuhi setandart operasional pengamanan dan keselamatan kerja. Tentu hal tersebut terdidik sejak kecil pada diri mereka, tentang berbagai kemungkinan dan resiko yang mungkin terjadi jika standart keselamatan dilanggar. Tentunya hal tersebut juga harus kita latih dan didikan kepada anak didik kita. Lewat apa? Ya tentu salah satunya lewat Risk Assessment Process (Proses Penilaian Resiko).

Teringat jelas saat mengikuti Lesson Study di salalah satu pembelajaran praktikum Science di St. Monica’s Collage Epping Australia, perlengkapan keselamatan praktikum bagi anak begitu luar biasa. Padahal kalau dilihat praktikumnya terbilang sederhana, hanya membuat larutan ekstrak biji kacang polong. Akan tetapi dari jas praktek, sarung tangan hingga kacamata lab. Lengkap terpakai oleh setiap anak. Mungkinkah kita bisa meniru itu? Tentu bisa. Nah untuk itu berikut beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk melakukan Risk Assessment Process dalam pembelajaran khususnya STEM hasil Online Course dengan salah satu lembaga di Amerika.

Dalam prakteknya langkah langkah berikut ini dapat kita diskusikan dengan teman sejawat kita bahkan langsung dengan anak didik kita agar dalam diri mereka mulai terbangun rasa akan peduli adanya resiko yang mungkin terjadi, sehingga diri merekapun bisa antisipasi hingga menanggulanginya.

1. IDENTIFY (mengidentifikasi) - apa potensi risiko / bahaya yang mungkin terjadi dari kegiatan yang akan dilakukan?
2. ANALYSIS - siapa yang mungkin dirugikan? Bagaimana mereka bisa dirugikan? Akibat 
3. EVALUATION - seberapa besar risikonya?
4. RECORD - menangkap temuan signifikan dalam dokumen untuk akses pada point kegiatan.
5. MITIGATION - langkah apa yang kita butuhkan untuk mengurangi risiko?
6. RESPONSIBILITY (tanggung jawab) - siapa yang harus bertanggung jawab untuk melakukan mitigasi risiko?
7. RIVIEW - dapatkah Anda beradaptasi untuk meminimalkan risiko?

INGAT: di sekolah, guru memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk penilaian risiko, jadi pastikan Anda mendiskusikan risiko apa pun sepenuhnya dengan mereka. Lakukan langkah tersebut dengan diskusi, atau minimal penyampaian peraturan kegiatan yang berkaitan dengan resiko yang mungkin terjadi. Libatkan mereka jangan sampai kalu sudah kejadian guru yang jadi kambing hitam atas peristiwa yang terjadi.

loading...

4 Kunci Juarai Lomba Best Practice




Penulis Saat Menerima Piala Lomba Best Practice Jateng 2018
Best Practice - Pertanyaan “Terus nek wes Juara meh opo?” (terus kalau sudah juara  mau apa?) Share ilmu minimal tentang apa yang telah kita lakukan hingga mengantarkan kesuksesan kita. Kali ini penulis akan sedikit berbagi tentang bagaimana sih kunci juarai lomba Best Practice (pengalaman penulis sebagai juara lomba Best Practice tingkat Jawa Tengah 2018). Memang lomba ini bisa dikatakan bergengsi, karena yang bisa mengikutinya hanya mereka yang telah melakukan sesuatu secara berulang dan menghasilkan sesuatu yang bisa dikatakan praktek baik (Best Practice) yang bisa ditularkan keorang lain. Ga usa panjang lebar lagi berikut 4 kunci dalam menjuarai lomba Best Practice yang telah penulis lakukan.
mau apa?), tersasa begitu menusuk perasaan dan menjadi beban tersendiri apabila setelah juara tidak melakukan apapun. Tiba saatnya memang harus


1.    Cari praktek baik apa yang telah anda lakukan, kaitkan dengan isu pendidikan ter update
Sebisa mungkin praktek baik yang dilakukan telah dilakukan lebih dari 2 semester, karena makin lama praktek baik ini dilakukan akan makin besar pula pointnya. Mengingat kebaikan yang berulang tentu telah mengalami beberapa penyempurnaan. Temukan apa saja yang telah anda lakukan dalam pembelajaran, membina ekstra atau pun menggerakkan program dan kultur sekolah sehingga terjadi perubahan yang berati

2.    Sampaikan hasil dan dampak dari praktek baik yang telah anda lakukan
Makin besar hasil dan dampak yang timbul akibat praktik baik kita tentu akan makin besar pula point penilaiannya. Perubahan sikap, perubahan kinerja, perubahan prestasi menjadi yang lebih baik biasanya masih menjadi tolok ukur dari hasil dan dampak dari praktik baik yang telah kita lakukan. Baik hasil dan dampak untuk diri kita, anak didik kita maupun sekolah ataupun lembaga kita itu yang akan dinilai.

3.    Tunjukan rencana pengembangan kedepan dari praktek baik yang telah anda lakukan
Agar dapat ditiru dan dilakukan ditempat ataupun orang lain buat rencana pengembangan kedepan ataupun rekomendasi dari apa yang telah kita lakukan. Makin banyak pengembangan tentu praktik baik kita juga akan makin best, mengingat yang kita berikan belum tentu cocok dilakukan ditempat lain dan bisa jadi dari rekomendasi yang kita berikanlah yang bisa diterapkan dan diduplikasi. Dan itu juga sebagai catatan dampak seperti yang telah diulas di point 2.

4.    Diskripsikan dalam bentuk laporan
Dalam Best Practice tugas kita tidak lagi membuat penelitian ulang. Itu yang menjadi point utama, akan tetapi hanya memaparkan dalam bentuk diskripsi tentang apa yang telah kita lakukan. Tentu dalam paparan butuh bukti yang kuat untuk meyakinkan juri. Hal ini biasa dalam bentuk foto, video maupun testimony dari pihak pihak yang telah mengalami dampak dari praktik baik kita. Sekali lagi jangan buat ulang alat ataupun penelitian karena tugas anda sekarang hanya mendiskripsikan apa yang telah anda lakukan!

Untuk itu berikut penulis sampaikan Kerangka Isi Laporan Best Practice Berdasarkan Lampiran 5b. Buku 4 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru,
1)   Bagian Awal
Terdiri dari halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar; daftar isi, daftar label, daftar gambar, dan Lampiran; serta abstraksi atau ringkasan.
2)   Bagian Isi
Umumnya terdiri dari beberapa bab, yakni:
a) Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan, dan Manfaat. b) Bab Kajian/Tinjauan Pustaka.
c) Bab Pembahasan Masalah yang didukung data berasal dari satuan pendidikannya.
Cara pemecahan masalah yang menguraikan langkah-langkah atau cara-cara dalam memecahkan masalah, termasuk hambatan hambatan yang harus diatasi yang dituangkan secara rinci. (Hal yang sangat perlu disajikan, pada bab ini, adalah keaslian, kejelasan ide/gagasan, dan kecemerlangan ide terkait dengan upaya pemecahan masalah di sekolah/ madrasahnya. Uraian ini merupakan inti tulisan Best Practice.
3)   Bab Kesimpulan dan Rekomendasi
4)    Bagian Penunjang:
Memuat daftar pustaka dan Lampiran data yang digunakan dalam melakukan tinjauan atau gagasan ilmiah.

loading...

Thursday, December 20, 2018

5 Tips dalam Menulis, No 5 Sering Terlewat

Sumber: hipwee

Keahlian- Menulis sebenarnya bukanlah sebuah bakat, tapi hal tersebut tumbuh seiring dengan kebiasaan yang dibangun dengan konsisten. Memang alasan sebagian orang untuk tidak mau menulis karena tidak memiliki bakat, padahal itu salah. Berikut sedikit saya sampaikan ni sedikit tips dalam menulis, jangan ada yang terlewat ya sobat UC-errs. Terkusus bagi kalian yang belum memiliki kebiasaan seperti berikut:
1.   Perkaya tulisan dengan membaca
Kegiatan yang satu ini terkadang jarang dilakukan karena alasan malas, padahal dengan banyak membaca akan memperkaya referensi dan kosa kata dalam pikiran kita. Dan itulah apa-apa yang akan keluar saat kita menuliskan sesuatu. Karena bahan bacaan kita sangat berpengaruh terhadap hasil tulisan kita. So jangan malas membaca ya sobat UC-errs, termasuk membaca tulisan di artikel UC ya.
2.   Jangan menunda waktu menulis
Sebagian orang menulis harus nunggu mood atau nunggu ada moodboster dan itu salah. Jangan pernah menunda waktu menulis karena ide datang setiap saat dan datangnya mungkin hanya sesaat. So segera tuliskan begitu ide itu datang, ingat keburu kelewat. Untuk itu selalu siapkan alat tulis dan kertas dimana saja kalian berada ya sobat, atau minimal note di HP harus selalu on untuk siap menuliskan ide-ide liar yang sering datang.
3.   Baca ulang tulisan yang sudah kamu buat
Membaca ulang tulisan yang bisa dikata sudah jadi tentu perlu, karena kita tidak sempurna. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan Bahasa dalam menulis ataupun typo atau salah ketik tulisan. Gak ingin kan tulisan kita tidak termuat gara-gara hal sepele tersebut?
4.   Minta pendapat orang lain tentang tulisanmu
Selain membaca ulang tulisan yang sudah kita buat, minta pendapat orang lain tentang tulisan kita juga tak kalah penting lho sobat! Paling tidak masukan ini-itu akan dilontarkan, untuk itu kita perlu mencari partner dalam menulis. Yaitu orang yang sejalan dengan kita dan selalu setia mengkritik untuk kemajuan kita dalam menulis
5.   Kirim tulisanmu ke penerbit
Nah setelah nomer 1-4 telah dilakukan, terakhir ini yang jarang dilakukan oleh penulis pemula. Mengirim ke penerbit kadang tidak dilakukan karena kurang pede akan hasil tulisan yang telah berbulan bulan dibuat. Hehe takut ditolak alasanya, ataupun takut mbayar karena sekarang banyak penerbit indy yang mengharuskan penulis membayar biaya cetak atau membeli buku karyanya sendiri. Nah lebih enak jadi penulis UC tho bisa menerbitkan tulisan sendiri setiap hari. Semangat berkarya ya sobat!

Sumber: https://www.instagram.com/p/BkzdZGkB5Dm/
loading...
Telah diterbitkan di UC News 21 Desember 2018

Tuesday, December 18, 2018

Free Download Buku Writingthon 1-4

Video kegiatan Writingthon #1 karya Bitread

Penyerahan Sertificat Pemenang Writhingthon #1
oleh Humas Puspiptek (doc.pribadi)

Writingthon- Menjadi yang pertama memang memiliki kesan yang lebih mendalam, hehe begitu pula untuk cinta pertama pasti pembaca pernah merasakannya. Upppzz namun di sini penulis tidak akan membahas urusan cinta, tapi masalah Writingthon. Apasih Writingthon itu? Sudah kali keempat lho! Bagi kalian yang belum pernah ikut ataupun pernah mendaftar tapi gagal berikut akan sedikit penulis kupas tentang apa itu Writingthon dan akan penulis sampaikan cara download buku hasil karya Writingthon 1-4.

      Seperti halnya Hackethon untuk komunitas Hecker, Writingthon ini diperuntukan khusus bagi para penulis dari berbagai genre yang ditantang untuk menyelesaikan tulisan secara marathon (writing marathon) sehingga disingkat dengan Writingthon. Writingthon sendiri sampai saat ini sudah diselenggarakan sebanyak 4 kali. Penyelenggaraanya pun selalu memiliki tema yang berbeda. Inovasi Anak Negeri, Citarum Harum, Dukung Asian Games dari Daerahmu dan Inovasi for All adalah tema yang telah diusung dari Writingthon 1-4. Pencetus ide utama kegiatan ini adalah salah satu penerbit indy dari kota sate Bandung. Yup Bitread, tentu dalam penyelenggaraannya bekerjasama dengan instansi resmi. Untuk Writingthon 1, 2 dan 4 bekerjasama dengan Puspiptek di bawah naungan Kemristekdikti dan yang ke-3 dengan Keminfo, keren bukan?

Lantas siapa saja sih yang bisa ikut Writingthon?

Siapa saja yang punya kemampuan penulis berkesempatan untuk bisa ikut kegiatan ini. Baik sebagai penulis buku, blogger, guru, Professor hingga emak-emakpun bisa ikut kegiatan ini asalkan bisa nulis. Upss tapi bukan untuk yang hanya bisa nulis setatus lho ya! Apapun ganremu asalkan bisa kerjasama dalam tim karena nantinya tulisan kita akan dijadikan dalam sebuah buku, dan tentu mau diarahkan untuk akhirnya memiliki gaya tulisan yang sama tentu pasti bisa. Gak serukan kalau baca buku dari awal hingga akhir memeiliki gaya tulisan yang berbeda-beda. Gaya tulisan apa itu? Yupzz gaya penulisan popular, mengingat salah satu tujuan Writingthon ini adalah misi pengenalan dan ajakan so gaya tulisannya pun harus dibuat popular agar lebih mudah dimengerti oleh semua sekmen pembaca. Cuman itu tok sebenarnya syarat utamanya. Mudah bukan? So siapkan dirimu untuk bisa mengikuti Writingthon berikutnya.

Berikut buku hasil karya Writington 1-4 yang bisa didwonload secara gratis, kurang baik apa coba?

Daftar Buku karya Writinthon 1-4
Sumber: Bitread

Cukup instal aplikasi novelme dari playstore search judul bukunya download e-booknya baca gratis dah.




loading...

Monday, December 17, 2018

Inquiri Vs STEM


Pembelajaran- Dalam artikel sebelumnya telah banyak kita bahas tentang pembelajaran STEM. Dalam artikel berikut ini akan kita sampaikan model pembelajaran STEM (Sains, Teknology, Engginering and Math) serta perbedaan antara pembelajaran Inquiri dengan STEM. 



Berikut kami sampaikan dahulu inti dari pembelajaran Inquiri dan STEM:
1.           Pembelajaran Inquiri
a.     Student Centered atau siswa sebagai pusat pembelajaran
b.     Disajikan sebuah masalah atau siswa yang memunculkan masalah serta merekalah yang harus bisa menyelesaikan masalah.
c.      Memungkinkan beberapa solusi / pendapat creative dari siswa yang harus diterima
d.     Menerapkan dan mengintegrasikan dari isi kurikulum yang sedang berlaku
e.     Siswa terlibat dalam kerjasama tim
f.           Mengomunikasikan hasil kerja dalam bentuk presentasi

2.           Pembelajaran STEM
a.       Student Centered atau siswa sebagai pusat pembelajaran
b.       Disajikan sebuah masalah atau siswa yang memunculkan masalah dari rekayasa teknik yang menantang serta merekalah yang harus bisa menyelesaikan masalah.
c.        Memungkinkan beberapa solusi / pendapat creative dari siswa yang harus diterima
d.       Menerapkan dan mengintegrasikan dari isi kurikulum yang sedang berlaku serta terintegrasi dengan aplikasi sains dan perhitungan matematiknya
e.       Kejelasan peran teknologi untuk siswa
f.              Siswa terlibat dalam kerjasama tim
g.       Mengetes hasil kerja, mengevaluasi dan mendesain ulang untuk mendapatkan hasil optimal
h.       Mengomunikasikan hasil kerja dalam bentuk presentasi

(Modul Sains Works, Melbourne Science Work Australia 2016)

Dapat terlihat dengan jelas bahwa proses pembelajaran dengan metode STEM proses Inquiri masuk didalamnya. Sedangkan dalam metode STEM sangat di tonjolkan aplikasi sains dalam teknologi serta perhitungan nalar matematik yang berperan dalam proyek kerja siswa diterapkan didalamnya. Dengan penggunaan metode STEM ini diharapkan kreativitas siswa akan muncul dan mempunyai pemikiran yang jauh kedepan, 20, 30 , 50 bahkan 100 tahun yang akan datang merekalah yang akan mewujudkan atau bahkan generasi berikutnya yang berkesempatan untuk mewujudkannya. Untuk itu pertanyaan pertanyaan pancingan untuk menimbulkan permasalahan dalam proyek siswa perlu guru berikan sebagai bahan pancingan untuk memunculkan kreativitas siswa yang mungkin tidak terduga oleh pikiran kita bisa jadi muncul dari ide siswa.

loading...

Juara Itu 1


Sumber: Buku 200 Quotes Pembingkai Mimpi karya Mulyono
“Juara yo 1” 
(juara itu ya juara 1 yang lain bukan juara), ujar pak Rossy pembimbing tim roket air SMP 4 Pekalongan saat memberi motivasi kepada anak asuhnya dikejurda Roket Air Jateng 2015 di Semarang, saat itu kami hanya bisa gembira dijuara 2. Juara itu 1, kata-kata itulah yang terus terniang dikepalaku untuk bisa saya tuangkan dan wujudkan bersama tim saya.
            “Ya Allah Aku Ikhlas Juara 1’ setatus itulah yang saya tuliskan di BBM sebelum lomba. Waktu yang kami tunggupun tiba, kami bertemu lagi dievent lain yang diselenggarakan oleh Kemristekdikti untuk tingkat Jateng, kali ini kami yang bisa menterjemahkan kata-kata itu, “Juara itu 1”. Piala Juara 1 dan penghargaan piala dari Gubernurpun berhasil kami bawa pulang, dan pak Rossy dan tim hanya bisa gembira dijuara 3. Tak mau hanya sebagai penggembira tantanganpun dating lagi dievent Nasional yang juga diselenggarakan Kemristekdikti di Jogjakarta.

            “Ya Allah Aku Ikhlas Juara 1 lagi”, setatus yang sama saya tulis lagi di BBM sebelum lomba di yogjakarta. Semangat “Juara itu 1”, selalu ada didada ini, tak tanggung-tanggug kali ini kepala Sekolah kami pun rela berpanas-panasan seharian mendampingi tim kami berjuang di Yogjakarta. Pak Rossy pun sadah dating duluan disana, salam sapapun kami sampaikan, “Juara itu 1 pak!”, sapa kami. Motto kami, “Kami Datang, Kami Berjuang, Kami Menang!” pun selalu ada pada diri kami sebagai seorang yang pantas jadi juara. Hasil akhir pak Rossy dan timpun harus bisa menerima kegembiraan dijuara 2. Alhamdulillah kami Juara 1 lagi, bahkan dari 3 piala yang ada kami membawa pulang 2 piala juara 1 dan 3.

            “Ya Allah Aku Ikhlas Juara 1 lagi”, malu rasanya berkata dan menuntut orang lain juara sedang kita sendiri tidak juara, dan ingat “Juara itu 1”. Setatu ketiga dengan kalimat yang sama saya tuliskan di BBM, kali ini sebelum berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Lomba Kreativitas Guru Nasional 2015 yang diselengarakan Kemdikbud. Alhamdulillah dari peserta se-Indonesia yang mengirimkan berkas saya masuk 20 besar sebagai finalis nasioanal.
Untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut saya harus mengikuti serangkaian seleksi lagi untuk disebut sebagai juara.

Dari test psikologi, pedagogic dan profesional kami lakukan dulu sebelum test terkhir presentasi dan wawancara dihadapan 5 penguji yang hebat-hebat. Rasa “juara itu 1”, masih ada didada ini. “Ya Allah Aku Ikhlas juara 1 lagi”, doa itupun yang tidak terlewat diselesai Sholat. Alhamdulilah setelah pengumuman, “Juara 1 LKG 2015 kategori SMP Sains, Mulyono, S.Si SMP IT PAPB Semarang”, Suara itu terdengar menggema di Ballroom Kemdikbud Jalan Jendral Soederman 56 Jakarta. Alhamdulillah Juara 1 lagi menjadi kenyataan, dan kali ini saya sendiri yang mengalami. Setelah itu pun berbagai juara 1 telah saya lakoni berkali-kali. Semoga begitu pula dengan anda! Aamiin.
loading...

Thursday, December 13, 2018

SMP IT PAPB Sematkan 120 Pin Prestasi

Ramelan, Kepala SMP IT PAPB Semarang
menyematkan PIN Prestasi kepada siswa-siswi berprestasi

Semarang, kali kedua ini SMP IT PAPB memberika apresiasi pin prestasi yang diwujudkan dalam pin PAPB JUARA. Bersama belajar, Belajar Bersama Menjadi Juara merupakan tema yang diangkat kali ini. 120 pin prestasi disematkan kepada siswa-siswi SMP IT PAPB yang telah memberikan torehan prestasi di bidang lomba sepanjang tahun 2018 yang terdiri dari 44 juara tingkat provinsi (Silver Pin) dan 76 juara tingkat kota (Bronze Pin) , ditambah 12 pin untuk anak yang telah menyelesaikan hapalan Qur’an 1 Juz keatas (Green Pin) dan 4 pin prestasi dibidang organisasi (Orange Pin). Selain itu 5 prestasi Guru dan 2 prestasi sekolah juga telah ditorehkan oleh sekolah yang telah mendapat predikat Sekolah Keren ini. Iqbal Fadillah mengatakan, “Saya sangat senang karena baru masuk satu semester di SMP IT PAPB Semarang sudah mendapatkan 2 pin prestasi, harapan saya tahun depan saya bisa mengumpulkan lebih banyak lagi pin prestasi.”

Selain hal tersebut sebagai wujud Implementasi dari Apresiasi Sekolah Hebat  dari Kemdikbud tahun 2017, SMP IT PAPB yang berada di jalan Panda 44 ini menberikan apresiasi orangtua hebat 2018 kepada 3 orangtua siswa terpilih. Penjurian ketat dilakukan oleh tim pengembang Sekolah Sahabat Keluarga SMP IT PAPB, dari usulan 14 nominator akirnya mengerucut 3 nama yang dikatakan layak menyandang gelar Orangtua Hebat PAPB 2018 ini. Penilaian aspek anak di sekolah meliputi aspek sikap karakter anak, penilaian ibadah anak, catatan BK dan prestasi anak sedangkan penilain yang lain meliputi keseharian anak di rumah dari segi ibadah, sikap keortu hingga penilaian program PAPB Sosial Care yang telah diluncurkan di awal tahun pelajaran ini. Catatan lain mengenai hubungan baik orang tua dengan sekolah dalam peningkatan prestasi anak tak luput pula dari penilian tim juri.

Berbincang: Kepala Sekolah SMP IT PAPB Semarang
sedang berbincang kepada para Penerima Apresiasi Orangtua Hebat PAPB
“Umayah, salah satu penerima apresiasi ini merasa kaget dan bangga karena tahun ini dipandang mampu mendidik anakya dengan baik sehingga dipercaya untuk mendapatkan apresiasi yang belum ada sebelumnya ini. Menanamkan ibadah keanak dan untuk terus berprestasi di bidang seni rebana telah mengantarkan anak bersama tim rebana SMP IT PAPB menjadi juara 2 loma rebana tingkat provinsi dan juara 3 lomba wayang orang tingkat kota Semarang 2018.

Ramelan, selaku kepala sekolah mengatakan, “saya merasa bangga atas raihan prestasi yang telah sekolah capai ditahun 2018 ini. Ucapan terimakasih disampaikan karena semua capaian ini tidak lepas dari dukungan dan kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan orangtua siswa. Sehingga kedepan hal tersebut perlu ditingkatkan lagi untuk meraih prestasi, prestasi yang jauh lebih besar. Sehingga apresiasi sekolah keren sebagai sekolah sahabat keluarga tidak hanya sebagai apresiasi saja namun juga harus sebagai implementasi nyata pungkasnya.

loading...

Friday, December 7, 2018

Belajar Materi Esensial UNBK 2019 (Kelas 9)

Doc. Pribadi
Tak terasa Semester satu telah terlalui, PAS 1 telah terjalani, nah to UN/UNBK sudah menanti.  Sudah siap kaka? Sudah tentunya donk! Terlebih tanggal 11-14 Desember besuk sudah simulasi UNBK yang pertama.

Nah berikut Sir m03L berikan beberapa tips untuk lebih siap menghadapi UN/UNBK:
Pertama, niatkan diri untuk mendapat nilai sempurna. Mungkin untuk sebagaian orang tidak berani meniatkan diri untuk mmendapatkan nilai sempurna/mentargetkan nilai maksimal. Kalau dulu Sir m03L memotivasi ke kakak - kakak kelas kalian dengan semangat 
Nilaiku Harus 100!”
kata-kata itu seakan menghipnotis mereka untuk berjuang maksimal guna mendapatkan nilai maksimal. Nah bayangkan saja kalau nilai UN/UNBK kalian semuanya 100, coba bayangkan dulu barang lima menit! Tentu diantara kalian ada yang membayangkan begitu senangnya ortuku, aku dapat hadiah dari ortu, bakal mendadak tenar, dikenang guru-guruku, nama sekolahku terangkat dan masih banyak lagi bayangan keuntungan saat kita dapat mencapai target tersebut. Tentu dengan niat diri wajibnya usaha harus lebih donk ya! Pasti!

Kedua, berdoa, minta didoakan, dan saling mendoakan. Berdoa dan minta didoakan mungkin itu sudah sering kalian lakuakan, namun saling mendoakan tentu sebagain dari kalian terlewatkan. Bayangkan saja missal satu angkatan ada 150 siswa, tiap siswa sehabis solat atau pun sehabis solat malam saling mendoakan temanya, nah tiap hari akan terlantun 150x150 doa yang sama. Memang kita tidak tahu sih doa siapa yang dikabulkan sesuai doa yang dimintakan, namun makin banyak doa dipanjatkan tentu makin banyak pula yang terkabul. Nah catatan lain untuk memperkuat doa kita tentu perlu dijaga ibadah kita, sedekah kita, istigfar kita, maupun solawat kita niatkan untuk mendapatkan keridoan Allah. Sekali lagi tentu niat dan doa tidak aka nada gunakan tanpa Usaha maksimal!

Ketiga, belajar dengan cara cerdas. Enak tentu UN/UNBK jaman sekarang. Kisi-kisi dan materi esensial banyak beredar dimana-mana sehingga tidak perlu menumpuk buku dari kelas 7-9, cukup pelajari materi esensial beserta pengayaanya sudah barang tentu kalau Allah ridho nilai 100 dengan sangat mudahnya akan teraih. Ingat kuasai dulu materi esensial yang ada, pastikan diri kalian bisa mengerjakan soal dengan benar saat soal tipe itu keluar baru beranjak ke materi pengayaan. Materi pengayaan pun bisa kalian dapatkan sendiri dengan mempelajari materi dari soal-soal UN/UNBK tahun sebelumnya. Untuk itu berikut Sir m03L sampaikan materi esensial sebagai bahan belajar kalian:


Semangat belajar untuk membingkai mimpi-mimpi indahmu menjadi sebuah kenyataan!
Ingat kaka Nilaiku Harus 100!

Fokus, yakin bisa dan selalu pegang prinsif KEJUJURAN yak agar lebih berkah ilmu yang kalian dapat! Serta endingnya sekolah harapan dapat kalian raih. Aamiin!


loading...

Thursday, December 6, 2018

JLC 2018: Perkuat Literasi dengan Ngecamp Bersama

Sumber: Panduan JLC2018
JLC 2018, trobosan gerakan literasi yang bertajuk ngecamp bersama disertai game competisi “Literacy Race” yang berhadiah sengaja dirancang panitia untuk menambah meriahnya belajar bersama untuk menumbuhkan jiwa literasi di diri kawula muda.
Jimus Literasi Camp 2018 di selenggarakan di desa Literasi Jimus kecamatan Polanharjo kabupaten Klateen 14-16 Desember 2018. Gerakan ini dilatarbelakangi adanya desa yang tengah berkembang membutuhkan dorongan semangat dari segenap praktisi dan penggiat literasi dari berbagai kalangan. Menjaring minat dan inisiatif literasi di desa jauh lebih sulit dan menantang dibandingkan dengan geliat literasi di perkotaan. Sulitnya akses pada komunitas & inisiatif literasi membuat kegiatan literasi desa lambat berkembang.
Munculnya penggiat dan relawan literasi juga masih sporadis. Belum banyak yang saling terhubung untuk membuat gerakan yang sinergis, progresif dan berkelanjutan. Terutama gerakan yang berjalan di tengahtengah masyarakat, bersama-sama masyarakat, serta dirasakan manfaatnya secara langsung. Selain itu, tidak sedikit penggiat dan relawan literasi yang masih terkendala dengan kurangnya pengalaman. Baik pengalaman dalam bidang literasi (khususnya menulis), maupun pengalaman mengelola dan menjalankan program kegiatan bermutu.
Anda berjiwa muda, cinta literasi, tertarik untuk maju bersama untuk mengembangkan gerakan literasi didaerah mu?
Silahkan bentuk timmu segera bergabung dan menangkan kompetisinya! So segera yak jangan sampai ketinggalan ivent seru ini ya guys..!

Berikut link download panduan dan pendaftarananya:

Untuk info lebih lengkap silahkan hubungi link berikut:
1.    Face book: fb.com/jimuslitcamp  

Semangat ya guyss. Salam Literasi
loading...

Wednesday, December 5, 2018

ISODEL: Menjadikan Pendidikan 4.0 untuk Indonesia


sumber: https://isodel.kemdikbud.go.id/index.html
Apasih ISODEL itu?
Nah bagi teman teman yang belum tahu apa itu ISODEL berikut sedikit ulasan tentang apa itu ISODEL berikut link download materi ISODEL tahun 2018 yang dapat temen-teman jadikan sebagai bahan belajar.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, saat ini disebut sebagai Revolusi Industri 4.0, telah menciptakan perubahan mendasar dalam semua aspek kehidupan masyarakat termasuk pendidikan. Cara seseorang belajar, bekerja dan mengajar juga berubah menjadi lebih menantang. Tantangan ICT saat ini dalam pendidikan adalah untuk memanfaatkan berbagai potensialnya dalam mempersempit kesenjangan digital, pembentukan karakter, transformasi pendidikan digital, dan pendidikan kejuruan. Menghadapi tantangan yang akan datang, Pustekkom Kemendikbud (Pusat Pendidikan dan Kebudayaan ICT, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) memiliki peran utama dalam transformasi pendidikan di Indonesia untuk Pendidikan 4.0.



Bekerjasama dengan UT (Indonesian Open University), IDLN (Jaringan Pembelajaran Jarak Jauh Indonesia), ICDE (International Council for Distance Education), Sekretariat SEAMEO, Pustekkom akan menyelenggarakan International Symposium Open and Distance Learning (ISODEL) 2018 kali ini mengangkat tema:

“Menjadikan Pendidikan 4.0 untuk Indonesia”

Acara ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pembuat kebijakan, ilmuwan, akademisi, guru, peneliti dan praktisi dari seluruh dunia untuk bertukar pengetahuan, ide, dan pengalaman mereka untuk mendukung transformasi pendidikan di Indonesia menuju Pendidikan 4.0. ISODEL 2018 adalah kesempatan yang sangat baik bagi mereka yang peduli dan terlibat dalam peningkatan pendidikan melalui ICT.

ISODEL 2018 telah berlangsung di Bali, 3 hingga 5 Desember kemarin. Sebagai salah satu tujuan pariwisata global, Bali memberikan peserta kesempatan untuk mengambil bagian dalam simposium serta menikmati keindahan pemandangan dan budaya yang kaya.

Nah bagi teman teman yang ketinggalan maupun belum berkesempatan untuk mengikuti ataupun hadir dalam kegiatan tersebut berikut penulis sampaikan link download materi ISODEl 2018:


Nah Pelajari, cermati dan persiapkan diri teman-teman untuk bisa mengikuti ISODEL 2019 yak, yang insyalllah akan diselenggarakan di Jakarta. Semoga bermanfaat.
loading...

Tuesday, December 4, 2018

Pembelajaran STEM untuk Revolusi Industri 4.0


Makin berkembangnya zaman, dunia pendidikan dituntut untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan tersebut. Tak ketinggalan sebagai ujung tombak jalannya pendidikan formal, seorang guru juga harus terus berinovasi mengikuti dan yang terpenting dapat menyampaikannya kepeserta didik mereka. Terbaru Revolusi Industri 4.0 menuntut kita semua untuk mengikutinya. Pembelajaran STEM menjadi salah satu alternatif dari beberapa inovasi dalam pembelajaran. Mengingat dalam pembelajaran STEM butuh imajinasi, kreativitas, kerja sama, komunikasi bahkan hingga pelibatan teknologi dari model enginnering yang diajarkan. Untuk itu penguasaan pembelajaran berbasis STEM haruslah dikuasai guru masa kini.

Lantas bagaimana institusi pendidikan harus mempersiapkan? Institusi pendidikan pun harus mendukung dan memprogramkan dalam kurikulumnya untuk pelaksanaan hal tersebut. Persiapan, pengkoordinasiaan dan penjalinan kerjasama dengan bidang industry yang mendukung pembelajaran tersebut sangatlah perlu dilakukan guna terpenuhinya hak siswa dalam mendapatkan pendidikan yang sesuai zaman mereka. Bahkan masyarakatpun perlu ikut kontri busi dalam jalannya pendidikan ini. Berdasarkan sumber yang diperoleh penulis dari www.stem.org.uk bahwa di Amerika, mereka telah membuat jejaring volounteer STEM di berbagai regional untuk menarik minat kaum muda dalam belajar STEM. Mereka telah melibatkan partisi untuk mendukung pendidikan yang mengarah ke revolusi Industri 4.0. Segala hal di lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung hal tersebut dilakukan. Sudahkah kita seperti itu? Minimal mendekati atau mulai meniru untuk mengejar ketertinggalan kita perlu menjadi sebuah gerakan.

Kalau kita mau, tentu akan mampu. Dukungan bersama baik dari guru sendiri yang harus mau untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan berkait dengan tuntutan tersebut, dari institusi pendidikan yang juga harus mendukung dan mulai merancang model kurikulum yang sesuai, intitusi non pendidikan maupun government juga harus pegang kebijakan dan menyediakan beberapa fasilitas public yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk siswa. Dengan begitu pembelajaran STEM dapat dilakukan di luar kelas sehingga anak akan lebih tertarik dan berkesan.  Berikut penulis sampaikan beberapa link video pembelajaran STEM yang penulis telah lakukan:

1.    Pembelajaran STEM dengan kapal Otok-otok : 
2.    Mengukur Luas Daun (STEM education in Biology: City Garden Explorring):
https://www.youtube.com/watch?v=uoYFl3hrKrA&t=149s
3. STEM education with Monorel Udara 009 : 
loading...

Siswa PAPB Juara 1 Lomba Karya Jurnalistik

Falahafizh Razzaqi Vio Aldira, Maritza Dhena Alifya dan Nayla Mayasarah Izzati siswa SMP IT PAPB berhasil menjadi juara I dalam Lomba Karya Jurnalistik Siswa (LKJS) se Kota Semarang.
Siswa Islam Terpadu Pengajian Ahad Pagi Bersama (IT PAPB) Semarang berhasil mendapat juara pertama dalam ajang Lomba Karya Jurnalistik Siswa (LKJS) se Kota Semarang dengan tema perangi hoaks (hoax) atau berita bohong yang digelar di SMPN 39 Semarang.
Tiga siswa SMP IT PAPB yakni Maritza Dhena Alifya (kelas 7A), Nayla Mayasarah Izzati (8B), dan Falahafizh Razzaqi Vio Aldira (8B) meraih juara I, SMPN 39 juara II dan tim dari SMPN 2 Semarang yang berada pada posisi III.
"Kami tertarik mengusung tema dengan judul peran remaja dalam menangkal hoaks. Sebelum  membuat tulisan tersebut, kami melakukan wawancara pada 150 teman kami, bagaimana mereka menangkal hoaks yang saat ini sangat mudah diakses di media sosial. Mereka ternyata rata-rata sudah sadar, bahwa hoaks, tidak perlu disebarkan. Bahkan mereka juga mulai sadar, bagaimana memilah informasi yang baik dan benar. Jadi tidak serta merta, percaya," jelas Maritza, pemimpin redaksi PAPB News.
Tulisan tersebut awalnya bersaing dengan 64 tulisan siswa sekolah lain. Kemudian disaring oleh panitia menjadi 20, untuk mempresentasikan. 
"Alhamdulillah kami juara I," kata Nayla dan Falahafizh. Sedangkan jurinya adalah dari unsur dosen, media massa dan praktisi. 
Diakui oleh Maritza, era digitalisasi, media sosial (medsos) berkembang sangat pesat. Semua kehidupan dan sektor bisa diakses dengan mudah lewat medsos. Dalam perkembangannya, banyak juga pemberitaan atau sebut saja tulisan-tulisan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. 
Kondisi ini jika tidak diperangi dari anak-anak muda, dikhawatirkan akan makin berkembang dan meracuni kehidupan anak muda. Oleh karena itu, anak muda harus bijak dalam memilah dan memilih pemberitaan di media sosial.
Sumber: m.ayosemarang.com
loading...

Tips Menjadi Gupres? (2019) Download Panduan Gupres


Lomba Guru Berprestasi dan Berdedikasi merupakan muara dari semua lomba untuk guru. Mengingat ada 10 aspek penilaian yang harus dipenuhi oleh seorang guru jika ingin memenangkan lomba tersebut. Mulai kualifikasi akademik hingga pengabdian didaerah khusus menjadi syarat penilaian portofolio seorang calon gupres. Untuk itu butuh energy dan sumberdaya ekstra untuk bisa memenangi ajang bergengsi ini. Lah bisa dibayangkan gak apakah bisa kalau hanya setengah-tengah dalam mengikutinya? Tentu tidak, dan itu butuh persiapan khusus. Anda ingin atau berminat mengikutinya?



Untuk lebih matang dalam persiapan berikut penulis sampaikan beberapa tips untuk menjadi guru berprestasi:
Pertama, awali dengan niat dan usaha untuk mengumpulkan point sebesar besarnya untuk penilaian portofolio. Ingat usahakan sebisa mungkin seluruh aspek yang ada pada panduan fortofolio terisi semua. Karena memang portofolio ini memiliki porsi point yang cukup besar. Boommm, jika point aspek ini cukup besar tentu peluang anda untuk meneng akan lebih besar.

berikut panduan gupres 2019 : 1. Edararan Gupres 2019
2. Download Panduan Gupres Dikmen 2019
3. Download Panduan Gupres SMP 2019

Kedua, pelajari panduan resmi dari kemdikbud. Segera kuasai dan penuhi aspek yang diminta dalam panduan tersebut. Di panduan biasanya sudah ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Tapi ingat itu sebenarnya hanya syarat minimal yang harus dipenuhi. Nah ditambah dan dimodivikasi berati boleh bukan? So pasti tentu. Ok syarat minimal harus terpenuhi yak!

Ketiga, belajar pada yang pernah juara. Bagi sebagian orang mungkin malu untuk mau berguru kepada orang yang lebih mampu, padahal itulah kunci agar kita bisa lebih berhasil dari mereka. Tentu bukan seorang gupres kalau tidak mau berbagi. Silahkan serap dan pelajari kunci keberhasilan mereka dalam meraih sukses dalam ajang ini. Makin banyak guru hebat yang anda temui makin lenkap pula kunci sukses anda. Gabungkan itu semua untuk meraih juara.

Keempat, tentukan pembimbing untuk mengarahkan jalanmu. Diakui atau tidak, dipungkiri atau tidak peran seorang pembimbing sangatlah dibutuhkan. Jelas bedanya antara orang yang mendapat bimbingan dengan orang yang mendapat arahan dari seorang yang tentu sudah menguasai bidang tersebut. Aspek Karya Tulis, Tes profesionalisme, Wawancara maupun dalam penyusunan portofolio butuh tips n triks untuk membuatnya mendapat nilai lebih.

Kiranya masih banyak lagi tips yang anda bisa temukan dari orang lain. Beberapa tips tersebut hanyalah sedikit tips yang pernah penulis lakukan dalam mengikuti ajang gupres ditahun 2018. Semoga memberi kebermanfaatan. Aamiin!.